Mabesbharindo.co.id.
PONOROGO – Empat hari menjadi panggung unjuk potensi sekaligus perputaran ekonomi masyarakat. Kemilau Pekan Raya Ponorogo (PRP) 2026 resmi berakhir Jumat malam (6/11/2026) dengan kemeriahan yang memuncak. Ribuan pasang mata memadati kawasan Alun-Alun Ponorogo, menikmati pameran multiproduk, inovasi teknologi, hingga hiburan musik yang menghadirkan Ndarboy Genk bersama sejumlah penyanyi populer.
Namun, sukses Kemilau PRP 2026 tidak semata diukur dari gegap gempita panggung hiburan. Gelaran perdana tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, inovator, dan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengaku puas dengan pelaksanaan event yang untuk pertama kalinya digelar dengan konsep Kemilau PRP. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menyatukan kreativitas masyarakat, potensi ekonomi, dan inovasi dalam satu ruang promosi daerah.
“Kemilau Pekan Raya Ponorogo sukses mempertemukan potensi daerah, potensi kreativitas masyarakat, dan kegiatan ekonomi. Ini menjadi sumbu baru untuk Ponorogo,” tegas Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– saat memberikan sambutan di panggung utama Alun-Alun Ponorogo.
Momentum penutupan juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada para inovator melalui Ponorogo Inotek Awards 2026 serta wajib pajak berprestasi dalam Tax Award 2026.
Bunda Lis menilai penghargaan inovasi bukan sekadar seremoni atau ajang mencari juara. Lebih dari itu, harus menjadi pemantik lahirnya gagasan baru yang mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap keberanian menemukan persoalan, menggagas solusi, menguji cara baru, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Tapi jangan berhenti meraih penghargaan saja, para inovator harus terus mengembangkan karya untuk memperluas manfaatnya,” pesannya.
Dalam Ponorogo Inotek Awards 2026, Satpol PP Ponorogo keluar sebagai juara kategori perangkat daerah melalui inovasi Aksara (Aksi Satgas Linmas Pedestria). Kategori pendidikan menengah dimenangkan SMA Negeri 2 Ponorogo melalui SPECTRA (Sistem Profile Evaluasi dan Citra Talenta Siswa). Sementara SMP Negeri 1 Jetis menjadi juara kategori pendidikan dasar.
Adapun kategori pendidikan tinggi dimenangkan Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D3 Keperawatan Ponorogo melalui aplikasi OMDIS (Online Mass and DDC Integrated System).
Sementara Tax Award 2026 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepatuhan dan capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Restoran Mie Gacoan memperoleh penghargaan Wajib Pajak Teladan. Untuk kategori pelunasan PBB-P2 tercepat tingkat desa diraih Desa Serangan, Kecamatan Mlarak, dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Sooko.
Penghargaan capaian realisasi PBB-P2 sebesar 80 persen tingkat kelurahan diberikan kepada Kasi Tata Pemerintahan Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, serta Plt Lurah Bangunsari. Kecamatan Ponorogo menjadi yang terbaik dalam kategori pembayaran PBB-P2 tingkat kecamatan. Sedangkan penghargaan pelunasan PBB-P2 tingkat kecamatan diberikan kepada Kecamatan Ngebel dan Sooko.
Di sisi lain, panggung hiburan menjadi magnet tersendiri pada malam penutupan. Ndarboy Genk sukses menghidupkan suasana lewat sejumlah lagu populernya, mulai Mendung Tanpo Udan, Pamer Bojo, Koyo Jogja Istimewa, Prahu Layar, Anak Lanang hingga Anoman Obong.
Penyanyi bernama asli Helarius Daru Indrajaya asal Yogyakarta itu juga menghadirkan kolaborasi dengan Kajawi, band asal Ponorogo. Keduanya membawakan lagu Menteri Durmagati dan Warok Ponorogo, yang semakin menguatkan nuansa lokal di tengah kemeriahan acara.
Antusiasme masyarakat menjadi modal bagi Pemkab Ponorogo untuk melanjutkan gelaran serupa. Bunda Lis bahkan memastikan Kemilau Pekan Raya Ponorogo akan kembali diselenggarakan tahun depan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
“InsyaAllah kita adakan lagi dengan dukungan sponsor, peserta pameran, pelaku UMKM, seniman, dan seluruh masyarakat. Sambil kita memikirkan siapa artisnya,” pungkas bupati perempuan pertama di Ponorogo tersebut.
Kemilau PRP 2026 pun menutup perhelatannya dengan membawa satu pesan: pekan raya bukan hanya tentang keramaian selama beberapa hari, melainkan bagaimana potensi lokal mendapat ruang, inovasi memperoleh apresiasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.(HR/Red)