Mabesbharindo Magetan co.id
RSUD dr. Sayidiman Magetan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui inovasi KOMPAS (Kompetensi Manajemen Aparatur Strategis), sebuah sistem manajemen SDM terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi pegawai secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
KOMPAS hadir sebagai respons terhadap perkembangan regulasi, tuntutan transformasi kesehatan, serta kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah penguatan layanan prioritas nasional KJSU-KIA, yang mencakup Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Pengembangan layanan tersebut membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dan tenaga nonkesehatan yang kompetensinya selaras dengan tugas, tanggung jawab, serta kebutuhan pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, pengembangan SDM perlu dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan nyata setiap unit kerja.
Melalui KOMPAS, rumah sakit mengintegrasikan data pegawai, pemetaan kompetensi berdasarkan standar jabatan, identifikasi kesenjangan kompetensi (competency gap), analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis/TNA), dan penyusunan jalur pengembangan kompetensi (learning path). Sistem ini juga mendukung pemantauan pelaksanaan pelatihan, sertifikasi, serta informasi kepegawaian.
Dengan pendekatan tersebut, perencanaan pelatihan diharapkan semakin tepat sasaran. Pimpinan dapat memperoleh gambaran kebutuhan pengembangan pegawai secara lebih terstruktur, sementara pegawai memiliki arah peningkatan kompetensi yang lebih jelas sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Inovasi KOMPAS digagas oleh Ratna Widias Asmara, S.Psi., M.Psi., M.M., Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr. Sayidiman Magetan yang sebelumnya juga menggagas inovasi E-Learning yang sudah rutin dijalankan untuk peningkatan kompetensi seluruh pegawai.
“Pengembangan sistem ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola SDM dan membantu rumah sakit mempersiapkan kompetensi pegawai sejalan dengan pengembangan layanan unggulan serta prioritas pembangunan kesehatan,” kata Ratna Widias Asmara.
Penerapan KOMPAS diharapkan menjadi langkah penguatan budaya belajar dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. Dengan informasi kompetensi yang lebih terintegrasi,
pengambilan keputusan mengenai pengembangan SDM dapat dilakukan secara lebih objektif, efektif, dan akuntabel.
Melalui inovasi ini, RSUD dr. Sayidiman Magetan menegaskan bahwa mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi sumber daya manusia yang menggunakannya.
“Mengusung semangat “SDM Kompeten, Pelayanan Berkualitas untuk Masyarakat”, KOMPAS diharapkan mendukung terwujudnya pelayanan rumah sakit yang semakin profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Magetan dan sekitarnya,” pungkas Ratna widias Asmara. ( SANG AGUS )